Selasa, 15 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

7 Perawatan Rambut Ini Picu Kerontokan yang Perlu Diwaspadai

✍️ Dewi 🕒 15 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
pelurusan rambut
pelurusan rambut Foto: azko.id

Beberapa perawatan rambut yang umum dilakukan ternyata dapat memicu kerontokan. Memahami jenis perawatan serta bahan kimia di dalamnya menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan rambut.

7 perawatan rambut yang populer di kalangan masyarakat ternyata dapat menjadi pemicu utama kerontokan rambut.

Banyak orang menginginkan tampilan rambut tertentu, namun seringkali tidak menyadari risiko yang menyertai beberapa prosedur kecantikan rambut tersebut.

Memahami jenis perawatan serta bahan kimia di dalamnya menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan rambut secara optimal.

Artikel ini akan mengulas secara rinci tujuh jenis perawatan rambut yang berpotensi menyebabkan kerontokan.

Selain itu, akan dijelaskan juga penyebab umum kerontokan rambut lainnya dan berbagai solusi efektif untuk mengatasinya.

1. Pelurusan Rambut

Meluruskan rambut melalui smoothing, rebonding, atau catok sering menggunakan bahan kimia keras seperti formaldehida yang merusak struktur alami rambut.

Proses ini membuat rambut kering, rapuh, dan mudah patah, seringkali berujung pada kerontokan.

Panas berlebihan dari alat catok juga mengurangi kelembapan alami, bahkan dapat menyebabkan iritasi atau luka bakar pada kulit kepala.

2. Pewarnaan Rambut

Proses pewarnaan rambut melibatkan bahan kimia berbahaya seperti paraphenylenediamine, amonia, dan hidrogen peroksida yang dapat memicu reaksi alergi dan iritasi kulit kepala.

Bahan-bahan ini membuat rambut menjadi kering, rapuh, dan rentan patah, sehingga menyebabkan kerontokan. Amonia bersifat racun dan hidrogen peroksida mengubah struktur rambut secara signifikan.

3. Pengeritingan Rambut

Pengeritingan permanen menggunakan bahan kimia yang menghilangkan minyak alami rambut, membuatnya kering dan frizzy. Rambut menjadi rapuh, mudah patah, dan bercabang setelah perawatan ini.

Teknik mekanis yang keras juga mengubah struktur rambut, menyebabkan hilangnya kelembapan penting bagi kekuatan akar.

4. Hair Extension

Pemasangan hair extension yang terlalu ketat atau dilakukan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan tarikan konstan pada folikel rambut.

Kondisi ini dikenal sebagai traction alopecia, yaitu kerontokan rambut akibat tarikan mekanis.

Beban tambahan dari sambungan rambut memberikan tekanan ekstra pada akar, sehingga rambut asli mudah tercabut dan kulit kepala mengalami iritasi.

5. Penggunaan Alat Styling Panas Berlebihan

Alat styling seperti catok dan pengering rambut yang digunakan dengan suhu terlalu tinggi mengurangi kelembapan alami rambut secara drastis.

Hal ini membuat rambut kering, rapuh, dan mudah patah, yang pada akhirnya memicu kerontokan.

Penggunaan yang tidak hati-hati juga berisiko menyebabkan luka bakar pada kulit kepala dan merusak folikel rambut secara permanen.

6. Penggunaan Sampo dengan Bahan Kimia Berbahaya

Beberapa sampo mengandung bahan kimia yang dapat memperburuk kerontokan rambut dan mengiritasi kulit kepala sensitif. Sulfat seperti SLS menghilangkan minyak alami, sementara formaldehida melemahkan folikel rambut.

Isopropyl alcohol dan propilen glikol memiliki efek pengeringan kuat, dan paraben serta wewangian kimia juga dapat memicu atau memperburuk kerontokan.

7. Mengikat Rambut Terlalu Ketat

Kebiasaan mengikat rambut dengan kencang secara terus-menerus memberikan tarikan pada folikel rambut, terutama di area garis rambut.

Tarikan konstan ini dapat menyebabkan kondisi traction alopecia, yaitu kerontokan rambut yang terjadi di bagian kepala yang sering mengalami tekanan.

Folikel rambut yang terus-menerus ditarik akan melemah dan akhirnya rontok.

Penyebab Umum Lain Kerontokan Rambut

Selain perawatan rambut yang agresif, beberapa faktor lain juga berkontribusi pada kerontokan rambut.

Faktor genetik atau keturunan, dikenal sebagai alopecia androgenetik, merupakan penyebab paling umum di mana folikel rambut menyusut seiring waktu.

Perubahan hormonal akibat kehamilan, persalinan, menopause, atau gangguan tiroid dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut.

Stres fisik dan emosional kronis juga memicu rambut memasuki fase istirahat lebih awal, menyebabkan kerontokan lebih banyak dalam kondisi telogen effluvium.

Kekurangan nutrisi penting seperti protein, vitamin B, D, zinc, atau zat besi dapat membuat rambut tipis dan rapuh.

Kondisi medis tertentu seperti penyakit autoimun atau infeksi kulit kepala, serta efek samping obat-obatan tertentu dan terapi radiasi di kepala, juga menjadi pemicu kerontokan rambut.

Solusi untuk Mengatasi Kerontokan Rambut

Berbagai langkah dapat diambil untuk mengatasi kerontokan rambut, dimulai dari perawatan alami. Lidah buaya, minyak kelapa, teh hijau, minyak zaitun, dan santan dikenal menutrisi serta merangsang pertumbuhan rambut.

Bahan lain seperti yogurt, bawang putih, madu, dan alpukat juga dapat digunakan untuk perawatan rambut.

Perubahan gaya hidup dan nutrisi juga penting. Menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga rutin, dan mengelola stres dapat membantu.

Pastikan asupan protein, vitamin B, D, zinc, dan zat besi tercukupi untuk kesehatan rambut optimal.

Perawatan rambut yang tepat meliputi menghindari keramas terlalu sering, menata rambut dengan lembut, dan tidak menyisir saat rambut basah.

Mengurangi penggunaan alat styling panas, memilih sampo bebas bahan kimia berbahaya, dan menggunakan tonik rambut yang menutrisi juga disarankan.

Dalam kasus kerontokan parah, tindakan medis mungkin diperlukan. Dokter dapat meresepkan obat topikal seperti Minoxidil atau obat oral Finasteride.

Mengobati kondisi medis yang mendasari, mengonsumsi suplemen seperti Zinc dengan Vitamin B6, atau terapi lanjutan seperti hair grow activation therapy juga bisa menjadi pilihan.

Mengidentifikasi penyebab kerontokan rambut adalah langkah pertama untuk menanganinya secara efektif. Memilih perawatan rambut yang bijak dan mengadopsi gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kekuatan serta keindahan rambut.

Pastikan untuk selalu memeriksa kembali informasi terkini sebelum memutuskan perawatan atau produk rambut.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, dove.com, liputan6.com, tempo.co, kompasiana.com, suara.com, halodoc.com, antaranews.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update