Senin, 14 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

5 Jenis Rambut Rusak, Kenali Ciri, Penyebab, dan Solusinya

✍️ Dewi 🕒 14 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
kering
kering Foto: alodokter.com

Mengenali jenis-jenis rambut rusak seperti kering, bercabang, patah, rapuh, dan rontok merupakan langkah awal penting dalam merawat kesehatan mahkota kepala. Pahami setiap ciri, penyebab, dan solusi efektif untuk mengembalikan keindahan rambutmu.

5 jenis kerusakan rambut umum seringkali membuat mahkota kepala kehilangan kelembapan, elastisitas, dan kekuatan alaminya.

Mengenali jenis-jenis rambut rusak beserta penyebab dan solusinya menjadi langkah awal krusial untuk mengembalikan kesehatan serta keindahannya.

1. Rambut Kering dan Kusam

Rambut kering dan kusam ditandai dengan tekstur kasar saat disentuh, tidak berkilau, serta tampak lelah. Kondisi ini sering menjadi indikator awal masalah rambut lain seperti rapuh atau rontok.

Kekurangan kelembapan dan nutrisi menjadi pemicu utama, diperparah oleh paparan sinar matahari berlebihan dan penggunaan alat styling panas.

Keramas dengan air panas atau produk berbahan kimia keras juga memperburuk kondisi rambut.

Penggunaan sampo dan kondisioner pelembap dengan kandungan argan oil atau minyak kelapa dianjurkan.

Rutin memakai masker rambut alami serta melindungi rambut dari sinar matahari langsung dapat membantu mengembalikan kelembapan. Mengurangi pemakaian alat penata rambut panas serta mengoleskan minyak alami juga efektif.

2. Rambut Bercabang

Rambut bercabang mudah dikenali dari ujung helai yang terbelah atau menipis, menjadi tanda rambut tidak sehat. Kondisi ini seringkali menunjukkan adanya kerusakan struktural pada batang rambut.

Penggunaan alat styling panas berlebihan, proses kimiawi seperti pewarnaan atau pelurusan, serta paparan sinar UV adalah penyebab umum.

Menyisir rambut secara kasar dan keramas terlalu sering atau jarang juga berkontribusi pada masalah ini.

Menggunting ujung rambut secara rutin setiap 6-8 minggu efektif untuk menghilangkan bagian yang rusak.

Pemakaian kondisioner dan masker rambut mingguan dapat menambah kelembapan, sementara pembatasan penggunaan alat panas serta perlindungan dari matahari juga penting.

Mengoleskan minyak kelapa di ujung rambut dapat memberikan nutrisi tambahan.

3. Rambut Patah

Rambut patah ditandai dengan helai rambut yang mudah putus di bagian mana pun, bukan hanya rontok dari akar.

Kondisi ini membuat rambut terasa rapuh dan terlihat menipis secara keseluruhan.

Penggunaan alat styling panas secara rutin merusak protein alami rambut, menjadikannya kering dan mudah patah.

Kebiasaan menyisir rambut saat basah dan menggosok rambut terlalu kencang dengan handuk juga memperparah kerusakan.

Penggunaan produk kimia kuat dan ikatan rambut yang terlalu ketat turut memicu masalah ini.

Menghindari penggosokan rambut yang kencang saat mengeringkan, cukup tepuk-tepuk lembut dengan handuk. Mengurangi penggunaan alat styling panas dan selalu memakai pelindung panas adalah langkah penting.

Memilih sampo serta kondisioner yang diformulasikan untuk rambut rapuh, mengandung protein dan keratin, juga membantu.

4. Rambut Rapuh

Rambut rapuh terasa lemah, tidak elastis, dan mudah putus atau patah. Kondisi ini menunjukkan hilangnya kekuatan internal rambut.

Kekurangan nutrisi menjadi salah satu pemicu utama, bersama dengan penggunaan alat styling panas dan paparan produk kimia.

Rambut kering yang kehilangan kelembapan alami serta kondisi stres juga menyebabkan lapisan terluar rambut (kutikula) rusak.

Memilih sampo dan kondisioner kaya nutrisi serta bebas bahan kimia keras dapat memperkuat rambut. Menjaga kelembapan rambut dengan masker alami atau produk pelembap secara rutin penting.

Memotong rambut secara berkala setiap 6-8 minggu membantu menghilangkan ujung yang rapuh, dan menghindari ikatan rambut yang terlalu ketat juga disarankan.

5. Rambut Rontok Berlebihan

Rambut rontok berlebihan terlihat dari jumlah helai yang jauh melebihi normal saat keramas atau menyisir. Kondisi ini seringkali menyebabkan penipisan rambut secara signifikan.

Kekurangan asupan nutrisi seperti protein, zat besi, vitamin D, dan zinc adalah faktor utama pemicu kerontokan.

Stres berkepanjangan, kebiasaan menyisir berlebihan atau terlalu kasar, serta penggunaan bahan kimia keras yang merusak akar rambut juga berkontribusi. Gangguan hormon turut menjadi penyebab umum masalah ini.

Memahami jenis kerusakan rambut dan pemicunya menjadi kunci untuk memilih perawatan yang tepat. Selalu pastikan untuk memeriksa informasi terkini sebelum memutuskan perawatan atau produk rambut.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, okadoc.com, loreal-paris.co.id, popmama.com, sunsilk.co.id, halodoc.com, headandshoulders.co.id, kino.co.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update