Selasa, 03 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

5 Perubahan Hormonal Pemicu Ketombe yang Perlu Kamu Tahu

✍️ Dewi 🕒 17 Sep 2026 👁️ 8x dibaca
ketombe1
ketombe1 Foto: liputan6.com

Perubahan hormonal seperti pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, menopause, dan stres dapat memicu ketombe. Pahami penyebabnya dan temukan solusi efektif untuk kulit kepala sehat.

Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang ditandai dengan serpihan kulit mati berwarna putih atau kekuningan, seringkali disertai rasa gatal.

5 perubahan hormonal signifikan dapat memicu munculnya ketombe pada berbagai fase kehidupan. Hormon memainkan peran krusial dalam mengatur produksi sebum atau minyak alami di kulit kepala.

Produksi sebum berlebihan menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur Malassezia globosa, mikroba alami yang kemudian mengurai sebum menjadi iritan dan memicu pengelupasan sel kulit mati sebagai ketombe.

1. Pubertas

Ketombe seringkali mulai muncul pertama kali pada masa pubertas, sekitar usia 15 tahun.

Peningkatan produksi hormon androgen selama fase ini merangsang kelenjar sebaceous di kulit kepala untuk menghasilkan sebum lebih banyak.

Kulit kepala yang lebih berminyak ini menjadi kondisi mendukung pertumbuhan jamur Malassezia globosa, yang kemudian memicu ketombe.

Menjaga kebersihan rambut dengan keramas rutin menggunakan sampo antiketombe yang lembut dapat membantu mengontrol produksi minyak dan pertumbuhan jamur.

2. Siklus Menstruasi

Beberapa wanita mengalami ketombe yang memburuk atau muncul saat menstruasi, dengan kulit kepala yang mungkin terasa lebih berminyak dan gatal.

Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron yang terjadi selama siklus menstruasi dapat memengaruhi produksi sebum di kulit kepala.

Peningkatan sebum ini membuat rambut lebih mudah lepek dan dapat memicu atau memperparah ketombe yang sudah ada.

Keramas secara teratur, terutama saat menstruasi, dengan sampo antiketombe dapat membantu menjaga kebersihan kulit kepala dan mengurangi ketombe.

3. Kehamilan

Ibu hamil sering mengalami perubahan kondisi rambut dan kulit kepala, termasuk munculnya ketombe, di mana kulit kepala bisa menjadi lebih berminyak atau kering dan iritasi.

Perubahan hormonal signifikan selama kehamilan memengaruhi produksi minyak di kulit kepala secara drastis.

Selain itu, berkurangnya aliran darah hepatik dapat menyebabkan kadar hormon dan kolesterol meningkat, mendukung perkembangbiakan mikroba penyebab ketombe.

Menggunakan sampo antiketombe yang aman untuk ibu hamil serta menghindari stres berlebihan menjadi solusi utama.

4. Menopause dan Perimenopause

Wanita yang memasuki masa perimenopause dan menopause dapat mengalami perubahan pada rambut dan kulit kepala, termasuk rambut yang lebih rapuh, kering, dan penipisan kulit kepala.

Penurunan kadar hormon estrogen menjelang dan selama menopause dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala dan rambut secara keseluruhan.

Ketidakseimbangan hormon ini memengaruhi produksi sebum dan kondisi kulit kepala, yang pada akhirnya dapat memicu ketombe.

Perawatan rambut dan kulit kepala yang tepat untuk menjaga kelembapan dan kesehatan menjadi penting, seringkali membutuhkan konsultasi dengan dokter.

5. Stres

Stres dapat memperburuk masalah ketombe, membuat kulit kepala menjadi lebih berminyak, sensitif, dan rentan iritasi.

Saat stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol, dan kortisol berlebihan dapat merangsang kelenjar sebaceous untuk memproduksi lebih banyak sebum.

Kulit kepala yang lebih berminyak ini menciptakan lingkungan cocok bagi pertumbuhan jamur Malassezia, sementara stres kronis juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Mengelola stres melalui teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga, serta penggunaan sampo antiketombe secara teratur, penting untuk mengendalikan ketombe yang dipicu stres.

Selain perubahan hormonal, ketombe juga dipicu oleh beberapa faktor lain yang umum terjadi.

Produksi minyak berlebih, atau dermatitis seboroik, membuat kelenjar minyak di kulit kepala terlalu aktif, menciptakan lingkungan lembap bagi jamur.

Infeksi jamur Malassezia globosa, yang secara alami ada di kulit kepala, dapat tumbuh berlebihan dan memicu iritasi serta pengelupasan sel kulit.

Kulit kepala yang terlalu kering juga dapat menyebabkan serpihan ketombe yang lebih kecil dan tidak berminyak.

Sensitivitas terhadap produk perawatan rambut, kebersihan rambut yang buruk atau justru berlebihan, serta faktor genetik juga berperan.

Pola makan tidak sehat, kekurangan nutrisi tertentu seperti zinc dan vitamin B, atau konsumsi makanan tinggi lemak dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala.

Cuaca dan lingkungan, seperti iklim panas lembap atau udara kering, serta kondisi medis tertentu seperti eksim atau psoriasis, juga dapat memperburuk ketombe.

Untuk mengatasi ketombe, penggunaan sampo antiketombe yang tepat disarankan, dengan kandungan bahan aktif seperti Zinc Pyrithione, Selenium Sulfide, Ketoconazole, Asam Salisilat, atau Tar batu bara.

Keramas secara rutin 2-3 kali seminggu atau setiap hari untuk kulit kepala berminyak, serta memastikan pembilasan sampo hingga tidak ada residu, adalah langkah esensial.

Mengelola stres melalui teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga juga penting untuk mengurangi pemicu ketombe.

Perhatikan pula pola makan kamu dengan mengonsumsi makanan kaya zinc, vitamin B, dan protein, serta lemak sehat, sambil menghindari makanan tinggi lemak dan junk food.

Hindari produk rambut yang tidak cocok dan manfaatkan bahan alami seperti minyak kelapa, lidah buaya, cuka apel, atau tea tree oil yang memiliki sifat antimikroba dan antijamur.

Menyisir rambut dengan lembut secara teratur dapat membantu mengelupas kulit kepala secara alami, namun hindari air panas saat keramas karena dapat menghilangkan minyak alami kulit kepala secara berlebihan.

Jika ketombe parah atau tidak membaik, konsultasi dengan dokter kulit adalah langkah terbaik.

Memahami peran perubahan hormonal dalam kemunculan ketombe adalah langkah penting untuk penanganan yang efektif.

Dengan mengenali pemicu hormonal spesifik dan menerapkan solusi yang tepat, baik melalui produk perawatan khusus maupun perubahan gaya hidup, kamu dapat menjaga kesehatan kulit kepala dan mengurangi ketombe secara signifikan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: zalora.co.id, halodoc.com, klikdokter.com, hellosehat.com, lemon8-app.com, klinikpelitasehat.com, ioraclinic.com, headandshoulders.co.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update