Selasa, 04 Agt 2026
Beranda › Berita
Berita

5 Kebiasaan Sepele Saat Keramas yang Justru Bikin Ketombe Makin Parah

✍️ Dewi 🕒 04 Aug 2026 👁️ 1x dibaca
5 Kebiasaan Sepele Saat Keramas yang Justru Bikin Ketombe Makin Parah
Foto: alodokter.com

Siapa yang tidak terganggu dengan hadirnya ketombe? Serpihan putih yang menempel di baju gelap sering kali bikin percaya diri langsung anjlok. Untuk mengatasinya, reaksi pertama kebanyakan orang adalah merawat rambut lebih sering, terutama dengan memperbanyak atau memperketat rutinitas keramas. Namun, pernahkah Anda merasa sudah rajin mencuci rambut tetapi ketombe justru terasa makin gatal dan parah?

Ternyata, masalahnya bisa jadi bukan pada seberapa sering Anda keramas, melainkan bagaimana cara Anda keramas. Banyak kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele atau bahkan dikira sebagai langkah pembersihan yang benar, justru merusak keseimbangan alami kulit kepala. Berikut adalah 5 kebiasaan sepele saat keramas yang tanpa disadari membuat masalah ketombe makin parah.

1. Menggaruk Kulit Kepala Menggunakan Kuku

Saat kepala terasa sangat gatal akibat ketombe, sensasi menggaruk kulit kepala dengan kuku terasa sangat memuaskan. Banyak orang mengira bahwa menggaruk keras-keras akan membantu membuang kerak ketombe yang menempel.

Mengapa ini berbahaya? Kuku jari menyimpan banyak kuman dan bakteri. Ketika Anda menggaruk kulit kepala dengan kuku, Anda berisiko menciptakan luka-luka mikro (micro-tears) pada permukaan kulit. Luka ini memicu iritasi, peradangan, dan membuka jalan bagi jamur Malassezia—jamur penyebab utama ketombe—untuk berkembang biak lebih cepat.

Solusinya:

Gunakan bantalan jari (ujung jari yang lembut) untuk memijat kulit kepala secara perlahan dengan gerakan memutar saat mengaplikasikan sampo. Pijatan lembut ini sudah cukup untuk meluruhkan kotoran dan sel kulit mati tanpa harus merusak lapisan kulit kepala.

2. Membilas Rambut Menggunakan Air yang Terlalu Panas

Mandi atau keramas dengan air hangat memang terasa rileks, terutama setelah seharian beraktivitas. Namun, suhu air yang terlalu tinggi atau panas adalah musuh utama bagi kesehatan kulit kepala.

Mengapa ini berbahaya? Air panas dapat mengikis minyak alami (sebum) yang berfungsi sebagai pelindung kulit kepala. Ketika kulit kepala kehilangan kelembapan alaminya secara mendadak, kulit akan menjadi sangat kering dan teriritasi. Sebagai respon alami, tubuh akan memproduksi minyak secara berlebihan untuk menggantikan kelembapan yang hilang. Kulit kepala yang terlalu kering atau justru terlalu berminyak merupakan lingkungan ideal bagi ketombe untuk tumbuh makin subur.

Solusinya:

Gunakan air suam-suam kuku atau air dingin saat membilas rambut. Air dingin membantu menutup kutikula rambut dan menjaga kelembapan alami kulit kepala tetap seimbang.

3. Mengaplikasikan Kondisioner Langsung ke Kulit Kepala

Kondisioner adalah produk wajib untuk menjaga rambut tetap lembut dan mudah diatur. Namun, kesalahan fatal yang sering terjadi adalah meratakan kondisioner dari akar hingga ke kulit kepala.

Mengapa ini berbahaya? Formulasi kondisioner dirancang khusus untuk membasahi dan melapisi batang rambut, bukan kulit kepala. Kondisioner mengandung bahan pelembap berat dan silikon yang dapat menyumbat pori-pori kulit kepala jika dibilas kurang bersih. Penumpukan residu kondisioner ini akan mempercepat akumulasi kotoran dan sel kulit mati, yang pada akhirnya memicu ketombe parah.

Solusinya:

Gunakan kondisioner hanya dari pertengahan batang rambut hingga ke ujung rambut. Jauhkan area kulit kepala dari kontak langsung dengan kondisioner.

4. Langsung Mengikat atau Mengeringkan Rambut Basah Secara Kasar

Proses setelah keramas sama pentingnya dengan proses mencuci rambut itu sendiri. Kebiasaan menggosok rambut dengan handuk secara kasar atau langsung mengikat rambut saat masih basah sering diabaikan.

Mengapa ini berbahaya? Kondisi basah membuat kulit kepala berada dalam keadaan lembap dan hangat. Jika Anda langsung mengikat rambut yang basah atau menutupnya dengan hijab/topi, kondisi lembap tertutup ini menjadi sarang favorit bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Di sisi lain, menggosok rambut terlalu kuat dengan handuk dapat memicu iritasi mekanis pada kulit kepala.

Solusinya:

Keringkan rambut dengan cara menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk berbahan mikrofiber atau kaus katun. Biarkan rambut mengering secara alami atau gunakan hair dryer dengan setelan angin dingin sebelum Anda mengikatnya atau bepergian.

5. Kurang Bersih saat Membilas Sisa Sampo

Keramas yang terburu-buru sering kali menyisakan busa atau residu sampo yang belum terbilas sempurna di balik helai-helai rambut.

Mengapa ini berbahaya? Busa atau zat aktif dalam sampo yang tertinggal di kulit kepala akan mengering dan mengkristal. Residu ini memicu rasa gatal yang hebat, penumpukan kerak, serta iritasi kulit. Rasa gatal ini sering kali dikira sebagai ketombe baru, padahal itu adalah reaksi iritasi akibat penumpukan bahan kimia sampo.

Solusinya:

Pastikan proses pembilasan memakan waktu yang cukup. Sisir rambut dengan jari-jari Anda di bawah air mengalir hingga tidak ada lagi rasa licin atau busa yang tertinggal di kulit kepala.

Kesimpulan

Mendapatkan kulit kepala yang sehat dan bebas ketombe tidak hanya bergantung pada merk sampo yang Anda gunakan, tetapi juga pada teknik perawatan harian Anda. Dengan menghindari 5 kebiasaan sepele di atas dan menggantinya dengan teknik keramas yang benar, kesehatan kulit kepala Anda akan bertambah baik, dan ketombe pun akan berkurang secara signifikan.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update