3 Proses Kimia Utama Pemicu Rambut Bercabang yang Perlu Diketahui
Rambut bercabang merupakan tanda kerusakan yang sering dipicu oleh tiga proses kimiawi utama: pewarnaan, bleaching, dan pelurusan atau pengeritingan permanen. Memahami dampak kimiawi ini penting untuk menjaga kesehatan rambut.
Rambut bercabang, atau dikenal sebagai trichoptilosis, adalah kondisi umum di mana ujung rambut terbelah menjadi dua atau lebih cabang. Kondisi ini menjadi tanda rambut tidak sehat atau mengalami kerusakan, ditandai dengan ujung rambut yang tampak kering, rapuh, dan kusam. Siapa saja dapat mengalami rambut bercabang, terutama mereka yang memiliki rambut panjang atau sering melakukan penataan rambut dengan alat panas dan perawatan kimia.
Proses kimiawi pada rambut dapat mengubah struktur dasar rambut, memecah ikatan rambut, dan membuatnya rapuh. Perubahan ini rentan terhadap kerusakan, termasuk rambut bercabang.
3 proses kimia utama berikut ini menjadi penyebab rambut bercabang yang perlu diwaspadai.
1. Pewarnaan Rambut
Pewarnaan rambut menggunakan produk yang mengandung bahan kimia agresif seperti para-phenylenediamine (PPD), hidrogen peroksida, dan timbal asetat.
Bahan-bahan ini bekerja dengan menghilangkan melanin atau pigmen alami dari batang rambut untuk menggantinya dengan warna yang diinginkan.
Proses ini secara fundamental mengubah struktur protein rambut, membuatnya tidak sekuat dan sealami sebelumnya.
Perubahan kimia tersebut merusak lapisan kutikula dan korteks rambut yang berfungsi sebagai pelindung. Akibatnya, rambut kehilangan kelembapan alami, menjadi kering, kasar, dan ujungnya mudah terbelah.
Kerusakan akan semakin parah jika proses pewarnaan dilakukan berulang-ulang tanpa jeda atau tidak disertai perawatan intensif seperti penggunaan serum atau vitamin rambut.
2. Bleaching (Pemutihan Rambut)
Bleaching atau pemutihan rambut melibatkan penggunaan bahan kimia kuat untuk menghilangkan pigmen warna dari rambut.
Proses ini merusak lapisan kutikula rambut, membuatnya terangkat dan tidak lagi dapat melindungi bagian dalam rambut secara efektif.
Rambut menjadi lebih porus atau mudah menyerap air, serta kehilangan kekuatan dan elastisitasnya.
Kehilangan protein alami dan kelembapan ini membuat rambut menjadi kering, rapuh, dan mudah patah. Kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan ujung rambut bercabang.
Bleaching berulang dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur rambut, menjadikannya rentan terhadap kerusakan dan ujung yang terbelah.
3. Pelurusan atau Pengeritingan Rambut Permanen
Pelurusan (rebonding, smoothing) atau pengeritingan (perming) rambut secara permanen menggunakan bahan kimia untuk memecah ikatan disulfida alami dalam rambut.
Ikatan ini kemudian dibentuk kembali dalam konfigurasi yang berbeda, baik lurus maupun keriting.
Meskipun memberikan tampilan baru, perombakan struktur rambut ini membuat batang rambut menjadi rapuh, mudah patah, dan rentan bercabang.
Rambut kehilangan kelembapan alami dan kekuatan strukturalnya, yang dapat menyebabkan kekeringan, kekusaman, dan ujung yang terbelah.
Dampak kerusakan mungkin tidak langsung terlihat, tetapi akan muncul setelah beberapa bulan dalam bentuk rambut kusam, kering, bercabang, bahkan rontok jika tidak dirawat dengan baik.
Selain proses kimiawi, beberapa penyebab umum lain turut memicu rambut bercabang. Penggunaan alat penata rambut panas berlebihan, seperti hair dryer dan catokan, dapat menghilangkan kelembapan alami rambut. Paparan cuaca ekstrem dan lingkungan seperti sinar matahari berlebihan, angin kencang, dan polusi juga merusak lapisan pelindung rambut.
Mengikat rambut terlalu kencang atau di tempat yang sama secara terus-menerus menyebabkan tekanan pada batang rambut.
Penggunaan produk perawatan rambut yang tidak cocok, terutama yang mengandung sulfat dan alkohol tinggi, menghilangkan minyak alami pelindung rambut.
Menyisir rambut dengan kasar atau saat basah juga merusak batang rambut karena rambut basah lebih rentan.
Keramas terlalu sering atau jarang, kekurangan nutrisi seperti protein dan vitamin B, serta rambut yang terlalu panjang juga berkontribusi pada kerusakan.
Menggosok rambut dengan handuk terlalu kasar setelah keramas juga dapat merusak kutikula rambut.
Untuk mengatasi dan mencegah rambut bercabang, memotong ujung rambut secara rutin adalah cara paling efektif. Disarankan memotong ujung rambut sekitar 1-2 cm setiap 6-8 minggu. Selain itu, batasi penggunaan alat penata rambut panas dan selalu aplikasikan serum atau heat protectant jika harus menggunakannya.
Gunakan kondisioner setelah keramas dan aplikasikan masker rambut secara teratur untuk melembapkan serta menutrisi rambut. Menyisir rambut dengan lembut menggunakan sisir bergigi jarang, terutama saat kering, penting.
Hindari mengikat rambut terlalu kencang dan pilih ikat rambut berbahan lembut.
Pilih produk perawatan rambut yang melembapkan dan sesuai dengan jenis rambut, hindari sulfat dan alkohol tinggi. Lindungi rambut dari paparan lingkungan dengan topi atau scarf saat beraktivitas di luar ruangan. Pastikan asupan nutrisi yang cukup seperti protein, zinc, zat besi, dan vitamin B untuk kesehatan rambut dari dalam. Tidak kalah penting, berikan jeda waktu yang cukup antar perawatan kimiawi, misalnya 8-10 minggu, dan selalu sertakan perawatan intensif setelahnya.
Rambut bercabang adalah indikator kerusakan rambut yang memerlukan perhatian serius.
Dengan memahami penyebabnya, terutama dari proses kimiawi yang mengubah struktur rambut, serta menerapkan solusi perawatan yang tepat, rambut dapat kembali sehat, kuat, dan terawat.
Pencegahan dini dan perawatan rutin adalah kunci untuk menjaga keindahan dan kesehatan mahkota kamu.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: hellosehat.com, handduk.co, detik.com, cnfstore.com, orami.co.id, alodokter.com, liputan6.com, okadoc.com.
