Jumat, 11 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

3 Masalah Utama Kesehatan Tubuh Penyebab Rambut Ketombe

✍️ Dewi 🕒 11 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
ketombe-hellosehat
ketombe-hellosehat Foto: hellosehat.com

Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang memengaruhi lebih dari 50% orang dewasa. Selain masalah estetika, ketombe seringkali menjadi indikasi dari kondisi kesehatan tertentu pada kulit kepala, seperti dermatitis seboroik, infeksi jamur, atau psoriasis.

Lebih dari 50% orang dewasa di seluruh dunia mengalami masalah ketombe, kondisi kulit kepala yang ditandai dengan serpihan kulit mati dan seringkali disertai rasa gatal.

Umumnya ketombe tidak menular dan jarang menimbulkan masalah kesehatan serius, namun dapat mengganggu penampilan serta menurunkan rasa percaya diri.

Kondisi ini terjadi ketika proses pergantian sel-sel kulit mati di kulit kepala berlangsung terlalu cepat, menyebabkan penumpukan dan pengelupasan sel kulit yang terlihat.

Ketombe seringkali menjadi indikasi dari kondisi kesehatan tubuh yang mendasari. Penting untuk memahami penyebabnya agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

1. Dermatitis Seboroik

Kondisi ini merupakan peradangan kulit kronis yang sering dianggap sebagai bentuk ketombe yang lebih parah.

Kulit kepala penderita dermatitis seboroik akan tampak memerah, berminyak, dan ditutupi oleh serpihan kulit berwarna putih kekuningan atau sisik tebal yang membandel.

Penyakit ini paling sering terjadi di kulit kepala, tetapi dapat juga menyerang area tubuh lain yang kaya kelenjar minyak seperti alis, sisi hidung, belakang telinga, dada, dan selangkangan.

Dermatitis seboroik diduga berkaitan dengan produksi minyak berlebih di kulit dan reaksi berlebihan terhadap jamur Malassezia, dengan gejala yang dapat memburuk saat stres, kelelahan, atau terpapar cuaca dingin dan kering.

2. Infeksi Jamur Malassezia

Ketombe juga dapat disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur Malassezia, terutama Malassezia globosa, yang merupakan mikroorganisme alami di kulit kepala manusia.

Jamur ini memakan minyak alami atau sebum di kulit kepala dan menghasilkan asam oleat.

Pada individu yang rentan, asam oleat ini dapat mengiritasi kulit kepala, memicu peradangan, dan mempercepat pengelupasan sel kulit mati yang kemudian menjadi ketombe.

Faktor-faktor seperti kulit kepala berminyak, stres, perubahan cuaca, dan penggunaan produk styling dapat mempercepat pertumbuhan jamur ini.

Psoriasis Kulit Kepala

Psoriasis kulit kepala adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan sel-sel kulit beregenerasi terlalu cepat.

Di kulit kepala, kondisi ini bermanifestasi sebagai sisik tebal berlapis berwarna perak kemerahan yang seringkali terasa nyeri, panas, dan dapat menimbulkan luka jika digaruk berlebihan.

Umumnya psoriasis kulit kepala muncul di kulit kepala, tetapi juga bisa timbul di siku, lutut, dan punggung bagian bawah.

Berbeda dengan ketombe biasa, psoriasis kulit kepala memiliki sisik yang lebih tebal dan disertai peradangan yang lebih signifikan, sering disalahartikan sebagai ketombe parah.

3. Penyebab Umum Lain Ketombe

Selain tiga kondisi utama di atas, ada beberapa faktor lain yang dapat memicu munculnya ketombe.

Kulit kepala kering dapat menyebabkan serpihan ketombe yang lebih kecil, putih, dan tidak terlalu berminyak, dipicu oleh cuaca dingin, dehidrasi, keramas air panas, atau produk rambut yang keras.

Sebaliknya, kulit kepala berminyak dengan produksi sebum berlebih bisa menghasilkan serpihan kekuningan, lebih besar, dan berminyak.

Jarang mencuci rambut dapat menyebabkan penumpukan minyak, kotoran, dan sel kulit mati yang memicu ketombe.

Sensitivitas terhadap bahan kimia dalam sampo, kondisioner, atau pewarna rambut juga bisa memicu reaksi alergi atau iritasi.

Stres, meskipun tidak secara langsung menyebabkan ketombe, dapat memperburuk gejala atau memicu kekambuhan.

Selain itu, pola makan tidak sehat seperti konsumsi makanan tinggi lemak atau kekurangan asupan vitamin B dan zinc dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat kondisi medis tertentu seperti HIV/AIDS atau kanker, atau penggunaan obat imunosupresan, juga dapat meningkatkan risiko ketombe.

Solusi Mengatasi Ketombe

Penanganan ketombe dapat dimulai dengan penggunaan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti Zinc Pyrithione, Selenium Sulfide, Ketoconazole, Salicylic Acid, Coal Tar, atau Piroctone Olamine.

Sampo ini sebaiknya digunakan secara rutin, misalnya 2-3 kali seminggu, dan didiamkan selama beberapa menit sebelum dibilas agar bahan aktif bekerja maksimal.

Beberapa bahan alami juga dapat membantu mengatasi ketombe. Tea Tree Oil memiliki sifat antiseptik dan antijamur yang bisa dicampur dengan sampo biasa.

Lidah buaya atau Aloe Vera mengandung zat antibakteri dan antijamur serta dapat mengurangi peradangan, cukup dengan mengoleskan gel murni ke kulit kepala.

Soda kue atau baking soda berfungsi sebagai eksfolian ringan untuk mengangkat sel kulit mati dan mengurangi minyak berlebih, selain memiliki sifat antijamur.

Cuka sari apel juga memiliki sifat antijamur dan membantu menyeimbangkan pH kulit kepala, sementara minyak kelapa dapat melembapkan kulit kepala dan bersifat antijamur.

Perubahan gaya hidup sehat juga memegang peran penting. Keramas teratur diperlukan untuk mencegah penumpukan minyak, kotoran, dan sel kulit mati.

Mengelola stres melalui teknik relaksasi dapat membantu, karena stres bisa memicu atau memperburuk ketombe.

Konsumsi makanan kaya zinc, vitamin B, dan lemak sehat akan mendukung kesehatan kulit kepala, dan hindari produk rambut yang mengiritasi dengan memilih produk yang sesuai.

Jangan menggaruk kulit kepala secara berlebihan karena dapat memperparah iritasi dan meningkatkan risiko infeksi. Pastikan rambut kering sempurna sebelum diikat, sebab kelembapan dapat memicu pertumbuhan jamur.

Menyisir rambut secara teratur juga membantu mengelupas kulit kepala secara alami.

Penting untuk diingat bahwa setiap kondisi kulit kepala mungkin memerlukan penanganan yang berbeda.

Apabila masalah ketombe tidak membaik atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk diagnosis dan penanganan yang lebih tepat.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: halodoc.com, alodokter.com, hellosehat.com, kemkes.go.id, clearhaircare.com, headandshoulders.co.id, tempo.co, grid.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update