Selasa, 03 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

11 Jenis Masalah Rambut Rontok Berdasarkan Penyebab dan Ciri-cirinya

✍️ Dewi 🕒 06 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
pic1
pic1 Foto: hairenergy.co

Memahami berbagai jenis kerontokan rambut sangat penting untuk penanganan yang akurat. Artikel ini menguraikan 11 masalah rambut rontok yang umum terjadi, lengkap dengan penyebab dan ciri-ciri khasnya.

Sekitar 50-100 helai rambut rontok setiap hari adalah hal normal sebagai bagian dari siklus pertumbuhan alami.

Namun, jika kerontokan melebihi jumlah tersebut dan pertumbuhan rambut baru tidak menggantikannya, kondisi ini dapat menjadi tanda masalah kesehatan mendasar.

Memahami jenis-jenis kerontokan rambut berdasarkan penyebab dan ciri-cirinya krusial untuk penanganan yang tepat.

1. Alopecia Androgenik

Alopecia androgenik adalah jenis kerontokan rambut paling umum, dipengaruhi faktor keturunan dan sensitivitas folikel rambut terhadap hormon dihidrotestosteron (DHT).

Pada pria, kerontokan dimulai dengan garis rambut surut di dahi dan bintik-bintik botak di ubun-ubun kepala.

Wanita mengalami penipisan rambut merata di sepanjang ubun-ubun kulit kepala tanpa penyusutan garis rambut. Kondisi ini bersifat permanen, artinya rambut rontok cenderung tidak akan tumbuh kembali.

2. Alopecia Areata

Alopecia areata merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut sehat. Kondisi ini diduga terkait stres, infeksi sebelumnya, dan penyakit autoimun lainnya.

Ciri khasnya adalah munculnya bercak-bercak botak berbentuk bulat atau pitak jelas pada kulit kepala, janggut, alis, atau bagian tubuh berambut lainnya.

Bercak botak bisa membesar dan menyatu menjadi area lebih luas.

Kuku jari tangan dan kaki juga bisa mengalami perubahan seperti menjadi kasar atau rapuh, terkadang disertai sensasi gatal atau terbakar.

3. Telogen Effluvium

Telogen effluvium adalah kerontokan rambut sementara yang dipicu oleh stres fisik atau emosional berat, perubahan hormon mendadak, diet ketat, atau efek samping obat-obatan.

Kerontokan terjadi secara tiba-tiba dan cepat, biasanya beberapa minggu atau bulan setelah pemicu stres. Rambut menipis merata di seluruh kulit kepala, bukan hanya di satu area tertentu.

Jumlah rambut rontok harian dapat meningkat drastis hingga 300 helai, terlihat jelas di sisir atau bantal.

Kondisi ini bersifat sementara dan rambut biasanya akan tumbuh kembali setelah pemicunya diatasi.

4. Anagen Effluvium

Anagen effluvium adalah kerontokan rambut cepat, umumnya disebabkan oleh pengobatan medis tertentu seperti kemoterapi untuk kanker.

Rambut rontok dalam jumlah banyak dan terjadi dengan cepat di seluruh kulit kepala. Kerontokan ini terjadi saat rambut masih dalam fase pertumbuhan aktif.

5. Tinea Capitis

Tinea capitis, atau kurap kulit kepala, disebabkan infeksi jamur dermatofita pada kulit kepala dan batang rambut. Jamur ini tumbuh subur di lingkungan hangat dan lembap.

Ciri-ciri yang muncul adalah bercak botak berbentuk lingkaran yang kering dan bersisik pada kulit kepala.

Kulit kepala terasa gatal, memerah, dan bersisik, membuat rambut di area terinfeksi menjadi rapuh.

Pada kasus parah, dapat timbul benjolan besar yang nyeri dan bernanah, bisa menyebabkan jaringan parut dan kebotakan permanen.

6. Alopecia Traksi

Alopecia traksi terjadi akibat tarikan atau tekanan berulang dan berkepanjangan pada folikel rambut.

Kondisi ini seringkali disebabkan gaya rambut yang mengikat atau menarik rambut terlalu kencang, seperti kepang ketat atau kuncir kuda tinggi.

Kerontokan rambut terjadi di area yang sering mengalami tarikan, seperti di sekitar garis rambut dahi atau pelipis.

Benjolan kecil berwarna putih atau merah dapat muncul di sekitar folikel rambut yang tertarik. Kulit kepala di area terpengaruh bisa terasa gatal atau bersisik.

7. Rambut Rontok Akibat Kekurangan Nutrisi

Kerontokan rambut ini disebabkan diet tidak seimbang dan kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, vitamin D, protein, dan zinc.

Ciri-ciri umum meliputi rambut rontok berlebihan dan penipisan rambut secara keseluruhan. Rambut juga menjadi kering, rapuh, dan mudah patah, seringkali disertai gejala kekurangan nutrisi lainnya pada tubuh.

8. Rambut Rontok Akibat Gangguan Tiroid

Ketidakseimbangan hormon tiroid, baik hipotiroidisme maupun hipertiroidisme, dapat memicu kerontokan rambut. Kerontokan umumnya terjadi merata di seluruh kulit kepala dan menyebabkan penipisan drastis.

Rambut bisa menjadi rusak, rapuh, dan mudah patah. Kondisi ini disertai gejala lain dari gangguan tiroid, seperti perubahan berat badan, kesulitan menoleransi suhu, gemetar, atau kelesuan.

9. Rambut Rontok Akibat Kebiasaan Buruk dan Perawatan Rambut yang Salah

Penggunaan alat pemanas dan produk kimia berlebihan dapat merusak protein dan kutikula rambut, menyebabkan kerontokan. Sering menggunakan hair dryer, catokan, atau produk pewarna rambut adalah pemicunya. Mandi air panas juga dapat menghilangkan minyak pelindung rambut, membuatnya kering dan rapuh. Menyisir rambut saat basah membuat rambut lebih rentan patah, sementara merokok dapat mengurangi aliran darah ke kulit kepala.

10. Trikotilomania

Trikotilomania adalah kelainan psikologis atau gangguan kontrol impuls yang membuat penderitanya memiliki dorongan tidak tertahankan untuk mencabut rambutnya sendiri.

Area rambut rontok yang muncul seringkali tidak beraturan atau berbentuk aneh, biasanya di bagian yang mudah dijangkau tangan seperti kulit kepala atau alis.

Rambut yang tumbuh kembali di area tersebut seringkali patah dengan panjang yang bervariasi.

11. Folikulitis Decalvans

Folikulitis decalvans adalah kondisi peradangan kronis yang merusak folikel rambut secara progresif.

Kondisi ini ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, dan lesi pada kulit kepala yang terasa gatal atau berisi nanah.

Peradangan ini dapat menyebabkan jaringan parut dan kebotakan permanen di area yang terkena.

Memahami berbagai jenis masalah rambut rontok berdasarkan penyebab dan ciri-cirinya adalah langkah awal krusial untuk menemukan solusi tepat.

Jika mengalami kerontokan rambut berlebihan, disertai gejala lain yang mencurigakan, atau tidak membaik dengan perawatan rumahan, disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Diagnosis akurat akan membantu menentukan penanganan terbaik untuk mengembalikan kesehatan rambut. Pastikan untuk memverifikasi informasi terkini sebelum mengambil keputusan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: halodoc.com, mandayahospitalgroup.com, hellosehat.com, ioraclinic.com, fimela.com, tirto.id, alodokter.com, rsmurniteguh.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update